Membuat Ilustrasi

Kamis adalah hari paling keramat dimana saya bisa tidur lebih banyak. Bisa offline (saat tak punya kuota) dan terhindar dari dorongan untuk mencari WiFi. Kemampuan fokus saya untuk membaca buku masih belum stabil–mungkin saya perlu membaca buku itu dulu agar kesenangan membaca saya bisa kembali. Sementara menantikan bukusoulmateyangakanmemenuhisetiapsendikekosonganhati itu terbit, saya coba mengisi jam-jam keramat ini dengan membuat ilustrasi.

Cerpen-cerpen empat-lima tahun lalu, yang masih tersimpan di folder saya baca ulang, edit–dan kadang menggerundel sendiri, “oo pantas saja,”– lalu saya posting disertai ilustrasi. Semacam cara untuk mencari alasan hidup. Jujur, saya tidak pernah membayangkan usia kepala tiga bisa menuntut banyak meskipun dijalani sendirian. Mungkin juga karena uang saya tak pernah cukup banyak untuk bertualang sedikit. Anyway, bertualang melalui garis dan warna tak terlalu mengecewakan. Yang masih saya risaukan adalah kesenangan saya membaca tak kunjung pulih.

Untuk membuat ilustrasi sebetulnya tak membutuhkan banyak alat. Umumnya dengan satu eksemplar buku gambar A3 dan sepaket cat akrilik, pensil, serta penghapus.

Ilustrasi di atas saya gunakan untuk cerpen Dewa Kecil Kami

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s